Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tahun 2045 Manusia Diproyeksi Kawin dengan Robot

Tahun 2045 manusia diproyeksi kawin dengan robot. Hal itu menjadi perbincangan hangat di dunia dan kalangan ilmuwan. Pasalnya, saat ini kaum muda di beberapa negara maju mengalami penurunan hasrat berhubungan intim atau resesi se*s. Akibatnya, warga di beberapa negara maju itu enggan memproduksi keturunan dan enggan menikah.

Tahun 2045 Manusia Diproyeksi Kawin dengan Robot
Foto: Hatsune Miku, a hologram. (REUTERS/Toru Hanai)
CBC News melaporkan, selain memimpin tren yang mencemaskan itu, angka kelahiran anak terendah di dunia saat ini dipimpin oleh Jepang. Budaya kerja yang melelahkan disinyalir menjadi teori yang disalahkan.

Tak sampai di situ, penggunaan robot sebagai teman bekerja menjadi penguat teori manusia diproyeksi kawin dengan robot di tahun 2045 mendatang. Kekhawatiran itu dilihat dari perbandingan 300 robot untuk setiap 10.000 orang membuat manusia nyaman bekerja bersama dengan robot ketimbang manusia.

Oleh karena itu, teori robot bisa menjadi teman hidup di masa depan karena kepopuleran Negeri Matahari Terbit  dalam menggunakan robot atau asisten digital seperti asisten rumah tangga digital, karakter hologram serta robot pemuas hasrat.

Menariknya, yang paling banyak dimininati adalah Azuma Hikary dari Gatebox. Sebagai informasi, Azuma Hikary adalah hologafris karakter. Karakter tersebut merupakan asisten digital yang kepopulerannya seperti Alexa Amazon, yang kecerdasannya memenuhi rumah pintar, bahkan karakter yang satu ini mampu mengirim pesan teks kepada pemiliknya saat kesepian.

Dibanderol dengan 2.000 paun, Azuma Hikary sudah bisa dibawa pulang dengan keunggulan atuau kelebihan yang dimilikinya. Berbeda dari Azuma, Gatebox Fairy dianggap asisten digital yang memenuhi syarat sebagai teman wanita untuk melayani penggunanya.

Tak heran, tren ini membuat salah satu warga Tokyo, Akihiko Kondo yang berusia 35 tahun lebih memilih menikahi hologram idolanya,Hatsune Miku.

Masih berdasarkan laporan CBS News, peneliti asal Tokyo University, Peter Ueda meyakini status pekerjaan menjadi faktor minimnya orang yang ingin bercinta. Terlebih dalam persaingan ekonomi yang ketat di zaman ini, kaum muda yang berstatus menganggur kecil kemungkinan untuk mendapat pasangan, apa lagi berhubungan badan.

Oleh karena itu, pakar teknologi Eleanor Hancock menyatakan, keberadaan aplikasi kencan daring (online) diharapkan mampu menjadi penangkal persoalan yang cukup mengkhawatirkan ini.

Namun, peneliti lain, Dr David Lavy menyatakan, berhubungan intim tidak lagi didasari dengan ikatan emosional melainkan dilihat sebagai kebutuhan saja. Hal itu dikarenakan karena maraknya teknologi saat ini. Sehingga diproyeksi manusia enggan menjalin hubungan intim, apalagi kebutuhan itu sudah bisa diberikan oleh robot.

Tak hanya itu, David juga memprediksi, bisa jadi di masa depan manusia akan mempertimbangkan mitra hidup bukan dari golongannya (karena enggan memiliki konflik emosional).

"Pernikahan perdana ini bisa terjadi sebelum, bukan sesudah 2050," katanya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Jenna Owsianik dan Ross Dawson dalam laporan ilmiah mereka "Future of S*x". Laporan itu memprediksi bahwa setidaknya akan ada 10 pemuda yang berhubungan se*s dengan robot humanaid di 2045.

Posting Komentar untuk "Tahun 2045 Manusia Diproyeksi Kawin dengan Robot"