Soft Skill yang Harus Dimiliki Calon Tenaga Kerja di Industri 4.0 - Jempana

Selasa, 17 Desember 2019

Soft Skill yang Harus Dimiliki Calon Tenaga Kerja di Industri 4.0

Untuk bisa bersaing di era industri 4.0, calon tenaga kerja harus memiliki skill (kemampuan) yang wajib dimiliki. Skill itu akan membantu calon tenaga kerja untuk bisa diterima. Memiliki keterampilan nonteknis (soft skill) sangat berguna di masa kini. Tujuannya soft skill ini, supaya nanti manusia tidak digeser oleh kecannggihan teknologi atau kecerdasan buatan.

Industri 4.0 (Image: Pixabay)
Pasalnya, saat ini Indonesia tengah bertransformasi menuju industri 4.0. Imbasnya terletak pada proses produksi di sektor industri. Sektor industri inilah yang akan menggunakan kecerdasan buatan, big data, robotika, dan internet of things (loT).

Melalui teknologi itu, proses produksi diyakini bisa berjalan lebih mangkus dan sangkil . Kehadiran teknologi itulah yang pada akhirnya menggantikan pekerjaan yang semula dikerjakan oleh manusia.

Nah, bagi Anda yang belum menyadari pesatnya perkembangan teknologi, ada baiknya mengasah kemampuan yang bisa mengungguli teknologi atau kecerdasan buatan. Hal itu akan menjadi nilai plus bagi Anda yang mencari kerja di kota-kota besar.

Kira-kira apa saja kemampuan yang dibutuhkan di industri 4.0?Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), kemampuan tersebut dibedakan menjadi dua, yaitu functional skill dan soft skill. Berikut ulasannya.

Functional Skills

1. Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics (STEAM)
Penguasaan lima bidang STEAM akan membantu tenaga kerja berpikir kritis dan inovatif dalam menyelesaikan masalah. Mengutip The Conversation, metode yang digunakan dalam STEAM bersifat problem-based learning sehingga mereka yang mempelajarinya sudah terbiasa menganalisis dan mencari solusi dari suatu masalah.

Bukan hanya itu, STEAM bisa menjadi akar dari kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan di abad ke-22. Di antaranya kemanusiaan, kepedulian, komunitas, dan budaya. Dengan menguasai STEAM, tenaga kerja tidak hanya bernilai lebih dari teknologi, tetapi juga sudah bersiap untuk industri di masa depan.

2. Kemampuan sesuai disiplin ilmu
Ketika tenaga kerja membutuhkan pekerjaan, lowongan kerja di Jakarta yang pertama dicari tentu berkaitan dengan disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah. Oleh karena itu, disiplin ilmu itu harus dikuasai dengan baik dan tepat agar bermanfaat di dunia kerja. Meski STEAM menjadi dasar dalam penyelesaian masalah, disiplin ilmu dari setiap bidang bisa jadi sumber untuk menganalisis masalah secara lebih rinci.

3. Literasi data dan teknologi
Di era digital ini, data dan teknologi menjadi hal yang sangat penting. Para digital natives yang lahir mulai 1990-an saat teknologi tengah berkembang tentu sudah fasih menggunakan teknologi. Ini tentu berbeda dengan orangtua mereka yang lahir sebelum teknologi ada (disebut digital immigrants) dan harus mempelajarinya.

Akan tetapi, literasi data dan teknologi tidak hanya soal penggunaannya, lho. Seorang tenaga kerja yang mencari lowongan kerja di Jakarta harus bisa memanfaatkan data dan teknologi dalam menyelesaikan pekerjaan agar hasilnya lebih maksimal.

Soft Skills

1. Berpikir analitis dan kreatif
Mesin dan robot tidak sama dengan manusia, lantaran teknologi tersebut tidak memiliki kemampuan berpikir. Nah, tenaga kerja perlu memanfaatkan kelebihannya untuk berpikir analitis dan kreatif sehingga ia bisa menjadi penggerak dari mesin dan robot tersebut. Jika terus diasah, tentu tenaga kerja bisa mencari berbagai lowongan kerja di Jakarta dan tidak mudah digantikan dengan teknologi apa pun.

2. Komunikasi dan membangun jaringan
Komunikasi mungkin menjadi salah satu kemampuan yang selalu dicari dalam lowongan kerja di Jakarta. Berbagai pekerjaan dilakukan dalam tim. Bahkan, saat bekerja sendirian pun setiap orang tetap membutuhkan komunikasi dengan atasan dan tim lain. Jadi, kemampuan berkomunikasi penting untuk melancarkan pekerjaan, baik di dalam tim sendiri maupun lintas divisi.

Komunikasi yang baik akan membangun relasi dan jaringan antarindividu dan antartim yang bisa berguna bagi tenaga kerja di kemudian hari.

3. Mudah beradaptasi
Di samping berkomunikasi, tenaga kerja juga harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan mudah. Ia harus bisa menyesuaikan metode, sistem, dan kecepatan kerja dalam timnya. Bila semuanya sudah sesuai, setiap anggota tim tidak perlu saling menunggu dalam bekerja, tetapi bisa mengerjakan bagian masing-masing dan pekerjaan bisa selesai di waktu yang sama.

Lowongan kerja di kota-kota besar seperti ibu kota biasanya memberi syarat kemampuan-kemampuan ini dari para tenaga kerjanya. Begitu pula lowongan kerja di kota-kota lain. Pasalnya, industri 4.0 akan diterapkan secara merata di seluruh Indonesia. Agar kamu bisa mengoptimalkan sekaligus menambah kemampuan di dunia kerja.

Loading...

Bagikan artikel ini

Loading...
Silakan tulis komentar Anda