Menulis di UC News Tak Lagi Menjanjikan bagi Kontributor - Jempana

Rabu, 08 Januari 2020

Menulis di UC News Tak Lagi Menjanjikan bagi Kontributor

Menulis di UC News merupakan alternatif bagi penulis yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan selain menulis di blog. Untuk menjadi kontributor di UC Web Media, calon kontributor hanya perlu melakukan registrasi di platform tersebut.

Menulis di UC News Tak Lagi Menjanjikan bagi Kontributor

Mulai beroperasi pada 6 Januari 2017 lalu, awalnya UC News  melakukan kerja sama dengan para penyedia konten (dalam hal ini termasuk merekrut blogger Indonesia) dengan cara memberikan kompensasi berupa keuntungan finansial bagi blogger yang tulisannya ditarik atau diterbitkan oleh pihak UC ke platform UC News.

Namun, persoalan menulis di UC tak bisa disamakan dengan menulis di blog. Meski di UC ada berbagai kategori yang bisa disesuaikan dengan isi postingan, kekurangan menulis di UC adalah konten yang telah Anda buat sedemikian rupa tidak bisa langsung tayang alias ditunda mengingat kebijakan yang diterapkan oleh UC Web Media.

Berbicara soal keuntungan menulis di UC adalah hal yang relatif. Walaupun gaung menulis di  tempat anak perusahaan Alibaba Mobile Bussiner Group Company itu tak seheboh dulu, saat ini masih ada penulis yang bergabung bahkan bertahan menjadi kontributor  UC. Akan tetapi, tak sedikit pula penulis yang pelan-pelan mulai menarik diri dari UC dan beralih menulis di blog dengan harapan bisa mendapatkan uang dari blog yang mereka kelola.

Bagian menariknya adalah perbandingan penghasilan menulis di UC  dua tahun lalu dan hari ini. Penghasilan menjadi kontributor UC tahun 2017 lalu bisa dikatakan menggembirakan. Karena para kontributor yang bergabung bisa mencairkan uang hasil menulis mereka sekitar 3-5 juta rupiah per bulan, bahkan ada penulis yang mendapatkan gaji hingga puluhan juta dalam sebulan.

Fenomena inilah yang membuat penulis ingin bergabung sebagai kontributor kala itu. Namun, seiring berjalannya waktu, para kontributor yang pernah bergabung dengan UC mengeluhkan pendapatan mereka yang  tak selegit dulu. Hemat saya, hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti bertambahnya saingan menulis di UC, misalnya. Atau faktor-faktor lain yang berlandaskan kebijakan baru dari UC News (bisa jadi).

Persoalan gaji penulis di UC, khususnya bagi pemain lama yang tak lagi menulis di UC, pada akhirnya menimbulkan efek domino seperti yang telah saya singgung sedikit di atas. Akibatnya, hal itu berimbas pada keinginan penulis yang ingin memulai atau mencoba bergabung di UC. Maksudnya, ada semacam kecemasan bagi penulis baru yang ingin bergabung sebagai kontributor UC lantaran menulis di UC News tak lagi menjanjikan serupa dahulu.

Namun, benarkah menulis di UC News tak lagi menjanjikan bagi kontributor?

Saat saya mencoba masuk ke akun UC News (saking lamanya tidak dibuka) langsung muncul notifikasi yang menjelaskan tentang metode pembayaran baru. Kontributor diwajibkan memberikan invoice agar pencairan dari UC News dapat dilakukan. Selebihnya, masi serupa biasa, yaitu penerima pembayaran sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang teregistrasi di Disdukcapil, dan nomor rekening yang didaftarkan untuk pencairan (payoneer dan transfer bank lokal). Jika tidak sesuai dengan peraturan baru yang diterapkan UC, maka pembayaran tidak akan diproses.

Hal ini tentu menjadi keresahan baru bagi kontributor yang ingin bergabung atau kontributor yang berniat menulis lagi di UC News. Terkait pendapatan, masih menjanjikan atau tidak itu bergantung dari  usaha tiap-tiap kontributor saja. Sebab, persaingan menulis konten di UC News bisa dibilang semakin lama semakin ketat.

Jika menulis di blog persaingannya adalah mencapai page one google (halaman satu google) berdasarkan kata kunci dengan konsep menulis secara search engine optimization (SEO), maka di UC News sainganya adalah kontributor lain yang usahanya mungkin dua kali lipat lebih keras dibanding kontributor yang menulisnya tergolong angin-anginan di platform tersebut.

Agaknya, semua platform, baik Youtube atau sejenisnya—terutama yang bisa menghasilkan uang, tak bisa lepas dari yang namanya persaingan. Dengan kata lain, penulis harus memiliki jiwa kompetitif dalam pengertian yang lebih luas, yakni memiliki motivasi atau semangat di dalam diri untuk mencapai tujuan masing-masing.

Maka, pertanyaannya adalah apakah Anda masih berminat menulis di UC News? Lalu, bagi kontributor yang telah lama tidak aktif menulis, apakah akan kembali lagi menulis di UC Web Media?
Loading...

Bagikan artikel ini

Loading...
Silakan tulis komentar Anda