Kenapa Cosplay Tidak Tertelan Zaman - Jempana

Sabtu, 01 Februari 2020

Kenapa Cosplay Tidak Tertelan Zaman


Cosplay merupakan akronim dari costume play, dan pelakunya disebut cosplayer. Cosplayer adalah sebuah fenomena budaya pop jepang yang terus berkembang dan dinimati oleh kaum millennial.




Secara istilah cosplay merupakan penamaan untuk sebuah kegiatan atau hobi berpakaian, beraksesoris dan berias wajah ala karakter dalam anime, manga, manhwa, dongeng, game, grup music, film kartun, dan takusatu (film seperti power ranger, ultramen dsb). Pelaku cosplay disebut cosplayer, namun di kalangan penggemar, istilah cosplayer disingat menjadi coser.
Cosplayer beranggapan bahwa menekuni kegiatan cosplay  merupakan  sebuah hobi sekaligus karir yang menjanjikan sekaligus  menciptakan kesenangan, ketertarikan dan sebuah tantangan bagi orang-orang yang memiliki jiwa kreatif, imajinatif serta bisa pula menghasilkan prestasi dan berbagai penghargaan tentunya.
Lalu apakah sebenarnya cosplay itu, dan bagaimana perkembangnnya sampai bisa popular seperti sekarang.??, mari kita simak penuturan artikel ini,

Sejarah Cosplay
Cosplay adalah sebuah kata yang diciptakan oleh reporter Jepang bernama Nobuyuki Takahusi pada tahun 1984. Takahusi mengartikan cosplay sebagai pengganti kata Kostum.
Di Jepang  sendiri,cosplay dan cosplayer bisa dengan mudah di jumpai dalam beragai acara dan festival yang mengadakan perkumpulan sesama penggemar. Penggemar cosplay baik seorang cosplayer maupun ukan, sudah tersebar di berbagai negara, mulai dari Negara Jepang sampai Amerika, bahkan juga beberapa negara di Eropa, China, Taiwan, Filipina dan tidak ketinggalan Indonesia.
Tonggak pertama dalam kegiatan cosplayer merupakan sebuah ketidaksengjaan seorang Mari Kotani yaitu seorang kritikus di bidang scinefection di acara Nihon SF Takai, saat itu Kotani berdandan sebagai karakter sebuah cerita karya Edgar Rice Burroughs yang berjudul A Fighting Man of Mars, namun para pengunjung menganggap Kotani memakai kostum manga Triton Off The Sea karya Osamu Tezuka. Hal ini dikarenakan terbatasnya wawasan pengunjung saat itu tentang dunia perfiliman barat. 

Perkembangan Cosplay
Perkembangan cosplay mulai meluas sekitar tahun 1985. Hal ini tidak terlepas dai kepopuleran anime Captain Tsubasa. Kegiatan dengan memakai seragam bola Captain Tsuabasa saja sudah bisa bercosplay ria, hal ini menjadkan ketertariakan akan cosplay menjadi luas dan digemari oleh berbagai kalangan sosial. Kegiatan cosplay terus meluas menjadi kegiatan berkelompok pada tahun 1986. Sejak adanya kegiatan berkelompok ini mulai bermunculan fotografer amatir (kamera- koz┼Ź) atau disingat menjadi “kameko” yang senang memotret kegiatan cosplay, sehingga dari kegiatan ini juga mempengaruhi perkembangan cosplay menjadi populer sampai saat ini.
Generasi milenial menjadikan event cosplay tidak hanya sebagai hobby, tetapi sudah menjadi Lifestyle. Menurut peneliti psikologi berkebangsaan US, Robin S. Rosenberg dan Andrea M. Letamendi, pada umumnya cosplay disukai anak-anak muda karena mereka bisa ber-akting seperti karakter favoritnya dalam dunia fantasy, memberikan mereka kesempatan untuk escape dari dunia realita, sekaligus memberikan identitas yang baru. Pada intinya keinginan untuk cosplay berawal dari rasa kecintaan terhadap sebuah desain karakter yang merupakan hasil riset team concept artist dari sebuah studio game/mangaka/komikus. Beberapa kelompok menggunakan kesempatan cosplay sabagai sarana komedi, untuk menghibur orang lain, dengan cara berdandan lucu atau sengaja mengimitasi karakter yang justru tidak sesuai dengan postur tubuhnya

Alasan menjadi cosplayer
Banyak alasan mengapa seseorang berkeinginan menjadi seorang cosplayer. Namun alasan pertama dan yang terpenting adalah “ Kegembiraan dan kenikmatan Pribadi. Hal ini diikuti oleh:
1.      Menjadi orang lain selama sehari (biasanya menjadi seorang aktor atau tokoh favorit)
2.      Mengekspresiakan diri
3.      Mencintai teater dan acting
4.       Menyalurkan imajinasi
5.      Mencari teman dengan kesenangan yang sama
6.      Menjadi bagian dari komunitas yang besar dan lainnya

Lalu kenapa cosplay tidak akan tertelan zaman, hal ini karena kegiatan menjadi cosplayer merupakan sebuah salah satu kebutuhan manusia yaitu butuh kebahagian dan kebangggan. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang cosplayer dapat memerankan karakter anime yang mereka gemari. Apalagi ketika menghadiri sebuah even yang diadakan khusus untuk mewadahi cosplayer, kemudian banyak penonton atau penggemar yang memintanya untuk berfoto bersama. Kebanggaan yang lain dapat pula tercermin dalam diri seorang cosplayer pada saat kostum yang mereka kenakan lebih spektakuler daripada kostum cosplayer lainnya, lebih-lebih ketika menjadi sorotan dan pusat perhatian.

Loading...

Bagikan artikel ini

Loading...
Silakan tulis komentar Anda