Mengenal Perspektif Keamanan di Dalam Hubungan Internasional - Jempana

Jumat, 28 Februari 2020

Mengenal Perspektif Keamanan di Dalam Hubungan Internasional

Studi keamanan internasional merupakan bidang Ilmu yang berkembang cukup cepat dimasa perang dingin, dan studi keamanan sudah memiliki tempatnya di bidang akademik.





Kata keamanan dalam bahasa inggris security, berasal dari bahasa latin “ se-curus” yang mana se yang berarti “tanpa’ dan curus merupakan ”kegelisahan”. Secara umum keamanan (security) merupakan usaha untuk mempertahankan diri dari segala bentuk ancaman.  Namun demikian menurut penulis pribadi, keamanan merupakan bentuk khusus  dari politik.

Semua masalah keamanan merupakan diakibatkan masalah politik, namun tidak semua konflik politik adalah masalah keamanan. Keamanan naik menjadi  isu utama ketika para actor politik berkepentingan menggunakan acaman untuk mengggaapai kepentingannya dengan menggunakan kekuatan yang dimilikinya.

Konsep Klasik Keamanan
Konsep  klasik  keamanan lebih diartikan sebagai usaha untuk menjaga teritorial Negara dari ancaman dari luar, sehingga demikian keamanan adalah salah satu elemen yang sangat vital dalam mencapai ataupun menjaga kemerdekaan. Pasca perang dingin (Cold War), Negara menggap bahwa konsep tentang keamanan telah mengalami berbagai bentuk perubahan. Negara menyadari bahwa keamanan bukan hanya semata-mata hanya terbatas pada militer, Ia juga menentang perluasan ruang lingkup daripada keamanan dan cenderung konsisten dengan statues que yang dimiliki. Lalu juga berpandangan bahwa keamanan adalah lebih luas daripada semata-mata dari ancaman militer dan ancaman Negara.

Semua Negara dunia akan selalu dihadapkan dengan berbagai potensi ancaman yang menggagu stabilitas negaranya, termasuk Indonesia. Kemungkinan yang terburuk dalam ketidakmampuan Negara dan rakyat dalam menghadapi ancaman keamanan adalah bisa bubarnya suatu Negara. Dari buku sejarah ataupun informasi yang kita dapatkan dari berbagai media massa maupun media social, kita menganal dua Negara yang awalnya besar dan kuat, namun menjadi lemah bahkan bubar menjadi pecahan-pecahan Negara kecil. Hal ini diakibatkan  disentegrasi didalam Negara. Misalnya, Yugoslavia dan Uni Sovyet.  Bubarnya kedua Negara ini disebabkan oleh ketidak-mampuan Negara dalam menjaga stabilitas negaranya dari ancaman, baik itu secara militer maupun non-militer

Perkembangan Konsep Keamanan
Kondisi Negara yang yang meliputi segenap segala bentuk aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketanguhan yang mengandung kemampuan dan mengembangkan kekuatan keamanan secara nasional maupun internasional dalam menghadipi serta  mengatasi segala bentuk tantangan dan hambatan yang datang baik dari dalam negeri maupun luar. sehingga menjamin segala bentuk identitas, integeritas kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara dalam perjuangan mencapai tujuan nasional.
Baca Juga : Mengenal Perspektif Keamanan di Dalam Hubungan Internasional
Seperti penjelasan diatas yang berisikan bahwa keamanan adalah bentuk kemampuan bangsa dalam melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar negeri maupun dalam negeri. Keamanan dan ketahanan suatu Negara akan melindungi atau menimbulkan kesejahtraan Negara dan rakyat tentunya. Dimana kesejahteraan adalah kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi kemakmuran yang adil dan merata baik secara jasmani dan rohani. Dalam mencapai segala cita-cita dan kepentingan Negara, haruslah menciptkan suatu konsep system ketahanan dan keamanan Negara baik secara militer maupun non-militer.

1. Perkembangan Konsep Militer (Tradisional)
Pengertian dari bentuk ancaman terhadap negara yang berbentuk militer adalah suatu ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata yang terorganisasi dan dinilai mempunyai kemampuan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah suatu negara, serta membahayakan keselamatan warga negara dan segenap komponen bangsa. Militer merupakan sebuah alat untuk mencapai serta menjaga keamanan, sehingga militer merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan bagi Negara atau bagian kelompok masyarakat. Sejarah perkembangan militer sudah cukup panjang sampai saat ini. Salah satu teks yang membahas sejarah militer adalah Histoire de la guerre du Peloponnese  (Sejarah perang Peloponesos) karangan Thucydide abad ke 5 yang mungkin saja awal dari sejarah militer yang dituliskan,dalam teks ini  bercerita tentang pasukan Sparta melawan Athena. Secara harfiah militer berasal dari bahasa Yunani yang berarti orang yang bersenjata dan siap untuk bertempur, serta terlatih dari tantangan untuk menghadapi musuh, sedangkan ciri-ciri militer sendiri yaitu  mempunyai system yang teratur, memiliki symbol yang diatur, menaati peraturan.
Pertahanan secara militer merupakan kekuatan utama dalam pertahanan Negara yang di bangun dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman militer, yang tersusun dalam komponen utama, komponen cadangan dan komponen pendukung. Berikut ancaman secara militer atau secara tradisional sebagai berikut:
a.  Agresi, pengertian dari agresi adalah ancaman militer yang menggunakan kekuatan bersenjata oleh negara lain terhadap suatu negara yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara tersebut, dan juga membahayakan keselamatan segenap bangsa tersebut. Agresi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara yang berbeda-beda, dan berikut ini macam-macamnya:

  • Invasi, cara bentuk dalam melakukan agresi terhadap suatu negara yang pertama adalah invasi yaitu suatu serangan yang dilakukan oleh kekuatan bersenjata negara ke Negara lain
  • Bombardemen, adalah bombardemen yang mempunyai pengertian suatu penggunaan senjata lainnya yang dilakukan oleh angkatan bersenjata negara lain
  • Blokade, cara/bentuk dalam melakukan agresi yang terahkir adalah blokade, yang dilakukan di daerah pelabuhan atau pantai atau wilayah udara

b. Spionase adalah ancaman militer yang dilakukan terhadap suatu negara yang kegiatannya berupa mata-mata dan dilakukan oleh negara lain yang bertujuan untuk mencari dan mendapatkan dokumen rahasia militer suatu Negara
c. Sabotase, adalah ancaman militer yang dilakukan oleh suatu negara yang kegiatannya mempunyai tujuan untuk merusak instalasi militer dan obyek vital nasional. Tentunya sabotase ini dapat membahayakan keselamatan suatu bangsa
d. Aksi  teror bersenjata yang dilakukan oleh suatu jaringan terorisme yang luas (internasional) atau ancaman yang dilakukan oleh teroris internasional yang bekerjasama dengan terorisme local
e.  Ancaman militer terhadap suatu negara dapat juga berbentuk suatu pemberontakan yang mana pemberontakan tersebut juga menggunakan senjata
f. Selain pemberontakan, terjadinya perang saudara yang menggunakan senjata juga termasuk ancaman militer. 

2. Perkembangan konsep Non-Militer (Non-tradisional)
Pasca  perang dingin yang diwarnai dengan meredahnya konflik antara Amerika dan Uni Soviet mengakibatkan berkurangnya perhatian akan ancaman militer sebagai sumber ancaman terhadap keamanan suatu negara. Namun di sisi lain justru menjadikan munculnya berbagai ancaman baru yang tidak bersumber dari entitas negara bangsa. hal ini melahirkan kajian keamanan nontradisional.  ancaman dalam kajian keamanan non-tradisonal pada dasarnya memiliki empat karakteristik umum. Pertama, sebagian besar bagian dari masalah tidak bersifat negara sebagai sumber, namun lebih berdasarkan pada faktor atau aktor non negara. kedua, ancaman keamanan tidak memiliki suatu wilayah geografis tertentu. ketiga, ancaman tersebut tidak mampu diselesaikan hanya dengan mengandalkan kebijakan keamanan tradisional. keempat. sasaran ancaman adalah individu dan negara. ancaman non-militer merupakan golongan ancaman pertahanan yang bersifat tidak langsung mengancam kedaulatan, keutuhan dan keselamatan bangsa. namun akibat dari permasalahan ini adalah dapat menggangu stabilitas negara, bukan hanya menghambat pembangunan nasional, tetapi lambat laun dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan suatu negara. mudahnya ancaman negara non-militer adalah ancaman yang tidak mengunakan senjata. Ancaman-ancaman yang terdapat dalam non-negara adalah ancaman ;
 a.  Ancaman ideology
System politik internasional yang mengalami perubahan sejak uni soviet  runtuh dengan produk komunisnya secara otomatis tidak banyak Negara yang meminati idologi tersebut, namun ancaman ideology dapat pula dalam bentuk-bentuk penetrasi nilai-nilai kebebasan (liberalism) sehingga dapat memicu disentegrasi bangsa
b. Ancaman Politik
Politik merupakan instrumen utama untuk menggerakkan perang. Ini membuktikan bahwa ancaman politik dapat menumbangkan suatu rezim pemerintahan bahkan dapat menghancurkan suatu negara. Masyarakat Internasional mengintervensi suatu negara melalui politik seperti Hak Asasi Manusia (HAM),demokratisasi, penanganan lingkungan hidup, dan penyeleggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
c. Ancaman ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu penentu posisi tawar setiap negara dalam pergaulan internasional. Kondisi Ekonomi sangat menentukan dalam pertahanan negara. Ancaman berdimensi ekonomi terbagi menjadi internal dan eksternal. Ancaman dari internal dapat berupa inflasi, pengangguran, infrastruktur yang tidak memadai, dan sistem ekonomi yang tidak jelas. Ancaman dari eksternal dapat berbentuk kinerja ekonomi yang buruk, daya saing rendah, ketidaksiapan mengahadapi globalisasi dan tingkat ketergantungan terhadap pihak asing.
d.      Ancaman Sosial Budaya
Ancaman sosial budaya berupa isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dan daerah, dan konflik horizontal yaitu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Pada tahun 1994 saja, misalnya, 18 peperangan dari 23 peperangan yang terjadi di dunia diakibatkan oleh sentimen-sentimen budaya, agama dan etnis. Sementara itu, 75 persen dari pengungsi dunia yang mengalir ke berbagai negara lainnya didorong oleh alasan yang sama pula. Sementara itu, 8 dari 13 operasi pasukan perdamaian yang dijalankan PBB ditujukan untuk mengupayakan terciptanya perdamaian di berbagai konflik antar etnis di dunia.

Baca Juga: Terkenal Jinak Gadis Ini Malah Digigit dan Diseret Ikan Lumba-lumba

3. Pembatasan Bidang dan Ruang Lingkup
Pembatasan bidang Tradisional dan Non tradisional memiliki  fungsi yang cukup mencolok dalam penerapanya serta menyusun strategi dalam penangkalannya. Pembatasannya seperti:
a. Tradisional atau Militer
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas bahwa keamanan Tradisional atau militer hanya  berfokus pada perlindungan Negara dari ancaman terhadap kepentingan nasional. Sehingga keamanan hanya sebagai pelindung orang-orang terhadap penggunaan kekuatan oleh orang lain. Hal ini terkait erat dengan keamanan nasional yang berarti perlindungan wilayah dari ancaman militer eksternal dan serangan yang diakui sebagai bentuk dari Negara-negara berdaulat. Namun gagasan tradisional keamanan seperti yang didefinisikan diatass hanya mengacu pada kelangsungan hidup nasional, perlindungan fisik wilayah Negara, dan kekuatan militer. Alasannya adalah gagasan keamana internasional berbeda dengan  keamanan nasional. Yang jelas bidang dan ruang lingkup dalam tradisional ini  memiliki ancaman yang jelas dan tampak yaitu Negara ataupun actor non-negara.
b. Non Tradisional atau Non Militer
Sedikit banyaknya penjelasan batasan ruang lingkup Non tradisional  telah penulis jabarkan sebelumnya, namun intinya keamanan non-tradisonal ini memiliki sifat kontradiktif dengan keamanan tradisional,yang mana  konsep ini tidak terlalu mengenal musuhnya, dan ancaman  yang ditangulai oleh sesuatu yang tidak pasti seperti ancaman pergeseran social yang mengakibatkan disentegrasi social. 


Daftar Pustaka
Aprilia, R. (2015). Keamanan Internasional dalam Perspektif Guna Mendeterminasi Prilaku Negara. Retrieved from http://resvia-a-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-134896-Politik%20dan%20Keamanan%20Internasional-Keamanan%20Internasional%20dalam%20Berb
Maulana, A. (n.d.). Ancaman Militer dan Non Militer: Pengertian, Bentuk dan Contoh. Retrieved from http://www.informasibelajar.com/ancaman-militer-dan-non-militer-pengertian-bentuk-dan-contoh/
Susetyo, H. (2008). Menuju Paradigma Keamanan Kompeherensif Berspektif Keamanan Manusia Dalam Kebijakan Keamanan Nasional Indonesia.. lex Jurnalica Vol 6. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/18066-ID-menuju-paradigma-keamanan-komprehens


Loading...

Bagikan artikel ini

Loading...
Silakan tulis komentar Anda