Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Diplomasi dan Kebijakan Domestik dalam Hubungan Internasional

Diplomasi merupakan sebuah kata yang tidak asing bagi seseorang yang bergelut dibidang hubungan internasional. Diplomasi merupakan sebuah kata yang sangat akrab dengan dunia intenasional khususnya politik luar negeri. Diplomasi adalah praktek pelaksanaan perundingan antar dua  negara atau lebih. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diplomasi adalah urusan penyelengaraan hubungan resmi antara satu Negara dengan Negara lain.


Menurut Geoffrey McDermot, diplomasi adalah pertimbangan dalam manajemen hubungan internasional. Oleh karena itu disimpulkan bahwa,  diplomasi adalah seni dan praktik bernegosiasi oleh seseorang yang biasanya mewakili sebuah Negara atau organisasi  dengan tujuan tertentu. Diplomasi juga bisa diartikan sebagai teknik oprerasional untuk mencapai kepentingan nasional diluar batas yuridiksi. Tujuan diplomasi secara umum  sebagai tujuan politik, tujuan ekonomi, tujuan kultur budaya, dan tujuan ideologi.  

Diplomasi merupakan praktek pelaksana perundingan antara negara melalui perwakilan resmi. Perwakilan resmi disebut sebagai diplomat. Diplomat biasanya ditunjuk oleh negara sendiri tanpa ada campur tangan dari negara lain. Proses diplomasi  dilakukan diantara dua negara atau lebih dalam membahas berbagai permasalahan yang mencakup kepentingan yang berbeda, dan juga seluruh operasional. Mencapai  kepentingan nasional harus dengan melakukan kebijkan luar negeri. Tindakan ini seringkali dilaksanakan pada waktu damai, namun tidak menampik dilaksanakan dalam kondisi konflik ataupun perang, karena tugas diplomasi bukan hanya sekedar manajemen saaat damai, namun juga harus siap manajemen perubahan atas pemeliharaan secara persuasif hubungan antar negara yang mana secara terus menerus berlangsung ditengah-tengah dinamika politik internasional. 

Baca Juga: Mengenal Perspektif Keamanan di Dalam Hubungan Internasional

Kebijakan politik adalah sistem konsep resmi yang menjadi landasan perilaku politik negara dalam negeri maupun luar negeri.  Dunia  politik luar negeri beranggapan bahwa, diplomasi mengacu pada proses komunikasi antara aktor-aktor internasional yang berusaha untuk menyelesaikan konflik dalam proses negosiasi, mementingkan kepentingan  nasional dengan mengusahakan perdamaian. Tapi  jika berbicara mengenai diplomasi secara umum mengenai hubungan politik  antar negara, tentu memiliki tujuan serta kebijakan kepentingan berbeda, tergantung kepentingan negara-negara terkait, tapi pada dasarnya negara memiliki tujuan yang sama untuk melindungi dan memaksimalkan kepentingan negara. 

Politik luar negeri merupakan sistem legal suatu negara yang berusaha untuk memegang peran dan akses negara dalam kencah internasional. Diplomasi sering dikaitkan dengan politik luar negeri padahal jika di cermati secara khusus, keduanya merupakan sesuatu yang berbeda. Menurut Harold Nicholson membedakan diplomasi dan politik luar negeri atas dasar penyusaian kepentingan nasional atas kepentingan internasional. Politik luar negeri didasarkan atas kebutuhan nasional dan diplomasi sebagai metode yang melaksanakan yang berpacu kepada kebijakan politik, perdamain dan tukar menukar kepentingan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya konflik besar. Hal ini didasarkan persetujuan antara kedua negara yang biasanya dikemas dalam bentuk perjanjian bilateral maupun multilateral.  Kesimpulannya adalah Politik luar negeri memiliki makna sebagai proses identifikasi penilaian terhadap kemampuan dan kehendak diri suatu negara serta tujuan yang ingin dicapai. Diplomasi adalah metode atau alat yang cukup efektif yang dapat dipakai untuk mencapai kepentingan atau tujuan politik luar negeri yang dirumuskan secara prinsipil oleh suatu negara. 

Perbedaan yang sangat jelas adalah, diplomasi tidak merumuskan kebijakan tapi menyampaikan, menjelaskan dan mencoba merundingkan kebijakan atas pengaturan-pengaturan baru, sehingga diplomasi hanya identik dengan negoisasi yang mana hanya sebagai alat untuk kepentingan atau membicarakan kebijakan luar negeri.  Telah  jelas bahwa diplomasi dan dan politik luar negeri memiliki perbedaan yang spesifik tetapi saling berkaitan,. Adapun beberapa ragam diplomasi, yaitu:
1. Diplomasi Bourjuis-Sipil, 
Diplomasi yang dalam penyelesaiannya lebih mengutamakan cara-cara damai, yaitu melalui negoisasi untuk kepentingan negara ataupun kebijakan luar negeri
2. Diplomasi Demokratis, 
Diplomasi yang dibuka secara terbuka dan memperhatikan dan menunjukan suara rakyat
3. Diplomasi Totaliter, 
Diplomasi yang lebih condong ke arah peran negara, sehingga seringkali menimbulkan kebuntuan
4. Diplomasi Provoktif 
 Diplomasi bertujuan untuk menyudutkan posisi suatu negara untuk menimbulkan sikap masyarakat internasional agar menentang politik luar negeri suatu negara
5. Diplomasi Preventif 
 Diplomasi yang dilaksanakan ketika masyarakat mengahadapi konflik konflik yang membuat negara menjadi genting,
6. Diplomasi Perjuangan, 
 Diplomasi yang diperlukan  saat negara menghadapi suatu waktu yang genting untuk memperjuangkan posisi kepentingan negara demi mencegah campur tangan asing
7. Diplomasi Multilajur 
 Diplomasi total yang dilakukam pihak Indonesia dimana penggunaan seluruh upaya kekuatan pada actor dalam pelaksanaan politik luar negeri misalnya Indonesia menyatakan bahwa kebijakan luar negerinya adalah Bebas dan Aktif
8. Diplomasi Publik, 
Diplomasi yang menerapkan gagasan alternative, serta penyelesaian masalah melalui pesan-pesan damai, bukan melalui provokasi.
     
Baca Juga: Mengenal Maskulinitas secara Benar

Di dalam hubungan diplomasi kebijakan politik domestik memiliki keterkaitan erat dengan politik luar negeri. Keduanya hampir tampak selaras. Misalnya politik luar negeri memiliki tujuan untuk memajukan kepentingan negara dan fungsi utama diplomasi juga untuk melindungi serta memajukan kepentingan negara, maka dari itu tampak bahwa keduanya memiliki fungsi yang sama. 

Hubungan dan kebijakan politik luar negeri adalah untuk membentuk serta menciptakan suatu posisi di dunia internasional, selain itu juga tugas utama diplomasi adalah dapat memahami dan bertindak dengan cepat dalam memperjuangkan kepentingan negara, khususnya dalam kebijakan nasionalnya. Diplomasi berusaha menciptakan kesesuaian dan mendamaikan perbedaan-perbedaan  dengan melakukan negoisasi dengan segala cara. Akan tetapi harustetap dalam kaidah yang benar dan diperbolehkan, misalnya saja diplomasi Indonesia menerapkan pola “intermestik” yang mana Indonesia menyuarakan kepentingan nasional ke masyarakat internasional, dan mengkomunikasikan perkembangan-perkembangan dalam negeri ke dunia internasional, sehingga komunikasi ini bertujuan untuk membatasi kepentingan dunia luar serta menjaga dan menegaskan  kepentingan nasional Indonesia ke dunia internasional.

Penulis menyimpulkan bahwa walaupun diplomasi berkaitan dengan politik luar negeri namun kedua hal tersebut sangatlah berbeda. Diplomasi merupakan proses atau upaya dalam perumusan kebijakan berdasarkan sistem politik luar negeri suatu negara. Diplomasi merupakan upaya negara dalam pemeliaharaan hubungan baik antar-negara sehingga memudahkan dalam merumuskan kepentingan bersama dan isu area tertentu. Dunia  politik internasional memandang diplomasi melalui dua perspektif yaitu, makro dan mikro. Diplomasi makro yang berhubungan dengan komunikasi global dan mikro sebagai instrumen politik luar negeri seperti kebijakan.  Penempatan  perwakilan atau diplomat di tiap negara menandakan bahwa poltik luar negeri suatu negara berjalan dengan baik karena ia mampu memelihara stabilitas global

Posting Komentar untuk "Mengenal Diplomasi dan Kebijakan Domestik dalam Hubungan Internasional"