Kaum Laki-Laki, Kamu Harus Tau Hukum Menggabungkan Mandi Junub dan Mandi Jumat - Jempana

Jumat, 06 Maret 2020

Kaum Laki-Laki, Kamu Harus Tau Hukum Menggabungkan Mandi Junub dan Mandi Jumat

Menurut KBBI, mandi adalah sebuah kegiatan membersihkan tubuh dengan air dan sabun (dengan cara menyiramkan, merendamkan diri dalam air, dan sebagainya. 



Hari Jumat adalah salah satu hari yang istimewa didalam agama Islam. Keistemewaan ini dikarenakan, pada hari ini umat muslim di dunia berbondong-bondong datang ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat jumat. Kegiatan ini tentunya memiliki amalan-amalan yang di anjurkan salah satunya adalah mandi jumat dan mandi junub.


Mandi Jumat 

Amalan-amalan yang dianjurkan di hari jumat salah satunya adalah mandi jumat. Kamu jangan salah paham, mandi jumat adalah sebuah kegiatan mandi sebelum menunaikan sholat jumat. Anjuran mandi tersebut terdapat dalam hadist riwayat ibnu abbas yang menyatakan:

إِنَّ هَذَا يَوْمُ عِيدٍ جَعَلَهُ اللَّهُ لِلْمُسْلِمِينَ، فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَا
Artinya, “Waktunya setelah shalat shubuh, maksudnya dari terbit fajar shadiq sampai khatib naik mimbar, atau setelah selesai shalat dan mandi saat mau pergi shalat Jumat lebih utama karena lebih dekat kepada tujuan, yaitu untuk menghilangkan bau yang tidak enak.”

Berdasarkan pendapat Syekh M Nawawi juga, waktu kesunnahan mandi jumat adalah dari terbit fajar shadiq atau masuknya subuh sampai khatib naik mimbar. Tetapi alakah baiknya mandi ketika waktu sholat sudah dekat. Misalnya jam 11.30 mau pergi ke masjid, maka sebelum itu kita di disunnahkan untuk mandi, hal ini agar sesuai dengan tujuan kita mandi jumat yaitu untuk menghilangkan bau tidak sedap. 

Tata Cara Mandi Jumat

Terkait dengan mandi jumat, dalam beberapa hadist, Rasullah Shallaahu’alahi wa sallam telah menyebutkan bahwa mandi jumat sama seperti mandi Junub. Hadistnya adalah:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( مَنِ اغْتَسَلَ يَومَ الجُمُعَةِ غُسْلَ الجَنَابَةِ ، ثُمَّ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الأُوْلَى فَكَأنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً  ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ ، فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ ، فَكَأنَّمَا قَرَّبَ كَبْشاً أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ ، فَكَأنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الخَامِسَةِ ، فَكَأنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإذَا خَرَجَ الإِمَامُ ، حَضَرَتِ المَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .
قَوْلُهُ : (( غُسْلُ الجَنَابَةِ )) أَيْ غُسْلاً كَغُسْلِ الجَنَابَةِ فِي الصِّفَةِ

Dari Abu Hurairah ra: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandi junub, lalu ia pergi pada saat pertama, maka seolah ia telah berkurban seekor unta. Barangsiapa yang pergi pada saat kedua, maka seolah ia telah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang pergi pada saat ketiga, maka seolah ia telah berkurban dengan seekor domba yang bertanduk. Barangsiapa yang pergi pada saat keempat, maka seolah ia telah berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang pergi pada saat kelima, maka seolah ia telah berkurban dengan sebutir telur. Lalu ketika imam keluar, hadirlah para malaikat untuk mendengarkan peringatan (khutbah).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 881 dan Muslim, no. 850]
Ghuslul janaabah yang dimaksud adalah mandi yang caranya seperti mandi junub.

Mandi Junub 

Allah SWT berfirman: 
"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6)

Menurut KBBI, junub adalah sebuah keadan kotor karena keluar mania tau bersetubuh yang mewajibkan seorang mandi dengan membasahi (membersihkan) seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ke ujung kaki: keadaan berhadas yang mengharuskan mandi wajib; Janabah. 
Mandi Junub adalah sebuah kegiatan yang wajib dilakukan jka terjadi beberapa hal, di antaranya keluar air mandi, bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar air mani, berhentinya darah haid dan nifas.

Berikut tata cara mandi Junub

1. Bacalah niat mandi junub terlebih dahulu, adapun niatnya adalah  

ننَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala
Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta'ala

2. Bersihkan telapak tangan sebanyak tiga kali, kemudian lanjutkan dengan membersihkan dubur dan alat kelamin

3. Bersihkan kemaluan berikut kotoran yang menempel di sekitarnya dengan tangan kiri

4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan mengosok-gosoknya dengan sabun

5. Lalu lakukanlah seperti gerakan wudhu

6. Setelahnya, masukan tangan ke dalam air, keudian sela-sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, basuh kepala dengan air sebanyaj 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air

7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.

8. Saat mandi wajib, pastikan semua area tubuh dibersihkan seluruhnya.


Hukum Menggabungkan Mandi Jumat dan Mandi Junub

Imam Nawawi mengatakan, “Menurut madzhab kami -Syafi’i-, mandi Jumat itu sunnah. Mandi Jumat tidaklah wajib yang dihukumi bermaksiat jika ditinggalkan. Hukum mandi Jumat adalah sunnah yang konsekuensinya sama dengan ibadah sunnah yang lain. Inilah pula yang jadi pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad dan mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi’in serta ulama setelah itu.” (Al Majmu’, 4: 284).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Mandi jumat itu disunnahkan menurut pendapat yang kuat dalam madzhab Syafi’i. Mandi ini berlaku bagi orang baligh yang menghadiri shalat Jumat dari laki-laki atau perempuan, juga setiap orang yang wajib menghadiri shalat tersebut atau pun tidak. Selain itu tidak disunnahkan.”
Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa Imam Syafi’i dan para ulama dalam madzhab Syafi’i menyakatakan, mandi Jumat teranggap jika sudah masuk waktu fajar pada hari Jumat hingga shalat Jumat dilaksanakan. Mandi jumat yang paling afdhol adalah ketika ingin berangkan menuju shalat Jumat. Jika seseorang mandi Jumat sebelum fajar Shubuh pada hari tersebut, tidaklah teranggap.” (Lihat Al Majmu, 1: 161)

Sedangkan mengenai hukum menggabungkan mandi Jumat dan mandi junub telah disebutkan oleh Imam Nawawi, di mana beliau menukil perkataan Ibnu Mundzir bahwa kebanyakan ulama berpendapat, boleh sekali mandi untuk mandi junub dan mandi jumat sekaligus. Inilah yang jadi pendapat Ibnu ‘Umar, Mujahid, Makhul, Malik, Ats Tsauri, Al Auza’i, Asy Syafi’i dan Abu Tsaur. Imam Ahmad berkata, “Aku berharap seperti itu sah.” (Al Majmu’, 4: 285).

Loading...

Bagikan artikel ini

Loading...
Silakan tulis komentar Anda