Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Corona sudah Masuk Indonesia: Inilah Hal yang Harus kita Tahu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dua warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan positif virus corona atau (Covid-19). Jokowi menjelaskan virus corona yang menyebar di Indonesia itu terungkap setelah ada laporan dua WNI menjalin kontak dengan seorang warga negara Jepang yang positif corona.


Kedua WNI itu merupakan seorang ibu berusia 64 tahun dan anak perempuannya yang berumur 31 tahun. Keduanya merupakan warga Depok, Jawa Barat. Sementara WN Jepang yang dimaksud merupakan teman dekat anak perempuan tersebut.


Kasus ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi pemerintah Indonesia, yang mana terlalu membawa santai  tentang penyebaran virus corona ini. Hal ini juga membuktikan keraguan dunia internasional yang tidak menyakini Indonesia belum terpapar. Konfirmasi Presiden Indonesia membuktikan semua keraguan tersebut. Lalu sebenarnya apa yang harus kita tahu tentang virus ini.

Sebenarnya Apa Itu Virus Corona
Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. 

Seberapa Bahaya Virus Corona 
Sebenarnya tingkat kematian virus corona Wuhan lebih rendah dibanding MERS dan SARS, tetapi sama dengan pandemi flu Spanyol 1918. Jadi sulit dinilai secara akurat berbahaya atau tidaknya akibat virus baru ini. 

Gejala Virus Corona
Infeksi virus Corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu:
• Demam
• Batuk
• Sesak napas.
Menurut penelitian, gejala infeksi virus Corona muncul dalam 2 hari sampai 2 minggu setelah paparan virus Corona.

Diagnosis Virus Corona
Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Gejala yang disebabkan oleh virus Corona bisa saja sama dengan flu biasa. Oleh karena itu, dokter juga harus bertanya apakah pasien berpergian ke wilayah endemik virus Corona sebelum gejala muncul. Guna memastikan diagnosis virus Corona, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti berikut:
• Uji sampel darah.
• Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak.
• Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru-paru.

Pengobatan Virus Corona
Infeksi virus Corona belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya, yaitu:
• Memberikan obat pereda demam dan nyeri. Namun, dokter tidak akan memberikan aspirin pada penderita infeksi virus Corona yang masih anak-anak.
• Menganjurkan penderita untuk mandi air hangat dan menggunakan humidifier (pelembab udara), untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
• Menganjurkan penderita untuk istirahat yang cukup dan jangan keluar rumah untuk mencegah penyebaran virus.
• Menganjurkan dan mengharuskan penderita untuk minum banyak air putih guna menjaga kadar cairan tubuh.

Komplikasi Virus Corona
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius berikut ini:
• Pneumonia
• Infeksi sekunder pada organ lain
• Gagal ginjal
• Acute cardiac injury
• Acute respiratory distress syndrome
• Kematian


Pencegahan Virus Corona
Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah virus Corona. Oleh sebab itu, cara pencegahan virus corona yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan Anda terinfeksi virus ini, yaitu:
• Hindari bepergian ke Cina atau ke negara lain yang telah ditemukan adanya penularan virus Corona.
• Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bila Anda beraktivitas di tempat umum.
• Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol setelah beraktivitas di luar ruangan.
• Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar. Bila terjadi kontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya.
• Pastikan Anda memasak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi.
• Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
• Jangan menyentuh mata, mulut, dan hidung sebelum mencuci tangan.
• Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit.
• Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan.

Untuk seseorang yang diduga terinfeksi virus Corona, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus tidak menular ke orang lain, yaitu:
• Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan.
• Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain untuk sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain.
• Larang dan cegah orang lain untuk mengunjungi atau menjenguk Anda sampai Anda benar-benar sembuh.
• Sebisa mungkin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sedang sakit.
• Hindari berbagi alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain.
• Pakai masker dan sarung tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain.
• Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu buang tisu ke tempat sampah.

Pengobatan tradisonal
Pemerhati jamu tradisional yang juga Ketua Umum GP Jamu, Charles Saerang, mengatakan banyak tanaman asli Indonesia yang dipercaya dapat menangkal atau paling tidak menekan risiko dampak virus corona.
"Banyak spesies tanaman asli Indonesia yang dipercaya mampu dan mujarab untuk menjaga kesehatan tubuh, nemaksimalkan antibodi, antibiotik alami, dan memaksimalkan imun tubuh," ujarnya.
Menurut Charles, beberapa tanaman yang memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh dan meningkatkan daya tahan di antaranya.
1. Temulawak
Tanaman asli Indonesia ini sangat memiliki segudang manfaat untuk menjaga daya tahan tubuh atau memaksimalkan imun tubuh sehingga bisa dengan maksimal menangkal virus virus yang ada.
2. Jahe
Mengandung minyak atsiri yang terdiri dari senyawa-senyawa seskuiterpen, zingiberen, zingeron, oleoresin, kamfena, limonen, borneol, sineol, sitral, zingiberal, felandren, pati, damar, asam-asam organik, seperti asam malat dan asam oksalat, vitamin A, B, dan C, serta senyawa-senyawa flavonoid dan polifenol. Secara farmakologi, jahe memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai karminatif atau peluruh kentut, antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, anti-inflamasi, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung, dan getah empedu.
3. Zingiberaceae
Disebut juga ekstrak jahe. Mengandung flavonoid yang dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat melindungi lemak pakan dari kerusakan oksidatif seperti antioksidan yang biasa digunakan dalam pakan seperti α-tocopheryl acetate atau butylated hydroxytoluene. Ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan bakteri B. Cereus dengan MlC (Minimum Inhibitory Concentration) sebesar 165- 660 mg (Alzoreky & Nakahara, 2003). Eksrak jahe mempunyai efek antibakteri baik bakteri Gram positif maupun Gram negatif
4. Kunyit
Warna kuning cerah yang khas pada kunyit didapat dari kandungan senyawa kimia aktif yang disebut kurkumin. Tapi, lebih dari sekedar pewarna, kurkumin juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Hasil dari berbagai penelitian menemukan bahwa senyawa tersebut memiliki aktivitas antimikroba, juga efektif melawan bakteri, virus, dan jamur. Aktivitas antibakteri pada kurkumin menunjukkan bahwa senyawa kimia ini tak hanya membantu menghentikan infeksi, tapi juga menghambat kemungkinan infeksi lebih lanjut. Caranya dengan bertindak sebagai penghalang dan mengubah mekanisme bakteri masuk ke dalam sel. Ternyata, ada banyak khasiat yang dimiliki kunyit, termasuk kandungan antibiotik di dalamnya, bagi kesehatan. Anda tak hanya bisa memanfaatkannya untuk masakan namun juga untuk pengobatan.
5. Bawang Putih
Memiliki nama ilmiah Allium sativa, bawang putih telah lama digunakan untuk memerangi virus dan bakteri. Ilmuwan terkemuka asal Prancis, Louis Pasteur, pada 1958 bahkan telah menemukan bahwa bawang putih bisa membunuh bakteri. Mulai dari zaman pertengahan, bawang putih juga digunakan untuk menyembuhkan luka dan mencegah infeksi. 
6. Propolis
Fungsinya menangkal penyakit akibat virus dan bakteri. Zat dalam propolis bersifat antioksidan, antikanker, antijamur, anti-inflamasi, antibiotik, antiseptik, anestetik atau antinyeri, dan antialergi. Karena itu manfaat propolis untuk kesehatan juga ampuh menangkal penyakit karena bakteri, virus, maupun jamur. Beragam penyakit, seperti flu, termasuk pilek, TBC, hingga flu babi bisa diatasi dengan propolis. Bahkan, herbal ini ampuh dalam mengatasi serangan yang dilakukan makhluk bersel tunggal tersebut.

Posting Komentar untuk "Corona sudah Masuk Indonesia: Inilah Hal yang Harus kita Tahu"