Widget HTML Atas

Mengartikan Pers Secara Murni, Sudut Pandang: Pendidikan Kewarganegaraan

Media pers sekarang mungkin sudah melupakan hakikat sebenarnya, yang mana telah banyak kebohongan demi konten viral demi mencapai clikbait dan kepentingan tertentu.



Kata pers atau press memiliki pengertian menekan atau pengepress. Pers juga bisa diartikan sebagai jurnalisme yang mana memiliki arti pengumpulan, evaluasi dan distribusi kepada public.

baca juga: “Rahimku” Yang Sedang Viral Di Twitter: Sebuah Kata Anekdot tentang Arogansi ASN
Istilah pers berasal dari kata persen (Belanda) atau press (inggris), yang berarti menekan, istilah ini merujuk pada menekan pada mesin cetak kuno yang harus ditekan dengan keras atau menghasilkan karya cetak pada lembaran kertas. Oleh karena itu, pengertian pers adalah media massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik dalam bentuk tulisan, suara, dan gambar, serta data dan grafik dengan menggunakan media elektronik maupun media cetak.

Fungsi Pers
Pada pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) menyatakan bahwa : “Setiap orang memiliki hak atas dasar kebebasan berpendapat dan menyampaikan pendapat”. Hal ini termasuk kebebasan untuk berpendapat tanpa digangu gugat dan seseorang bebas berpendapat melalui media apapun, entah itu media cetak maaupun media elektronik.
Fungsi pers juga bisa dilihat dari UU Nomor 40 Tahun 1999 yang menekankan pada salah satu bentuk wujud kedaulatan rakyat yang berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supermasi hukum. Masih dalam sumber yang sama, namun diperkuat dalam pasal 3 ayat 1 dan 2 yang mengatakan bahwa pers berfunsgi sebagai media informasi, pendidikan hiburan dan kontrol sosial, disamping itu juga, pers bisa berfungsi sebagai lembaga ekonomi.

Peranan Pers
Peranan pers terdapat dalam UU No. Tahun 1999 Pasal 6, antara lain sebagai:
a. Memenuhi hak masyarakt untuk mengetahui informasi. Hal ini dilakukan melalui transfer informasi dalam berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, sosial, budaya politik dan sebagainya
b. Menegakan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supermasi hukum dan hak-hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaaan
c. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran
baca juga: Puasa Dalam Keadaan Ambyar

Peranan pers dalam masyarakat demokrasi seperti Indonesia, sebenarnya sebagai wujud sarana dan prasarana untuk mengeluarkan pikiran dan pendapat terhadap semua kebijakan pemerintah. Pers juga bisa dikatakan sebagai pilar keempat dalam negara demokrasi, yaitu setelah eksekutif, yudikatif dan legislatif. Pers sebagai pilar ke empat dijadikan sebagai kontrol atas ketiga pilar tersebut dan melandasi kinerja dengan check dan belance. Meriam Budiardjo juga mengatakan bahwa salah satu cirri negara demokrasi adalah memiliki pers yang bebas dan bertanggung jawab. Oleh karena itu sangat diperlukan sangat diperlukan penyampaian informasi ke public secara jujur dan berimbang.

Mendukung hal ini pers harus terbebas dari kapitalisme dan politik. Pers juga tidak sekedar mendukung kepentingan pemilik modal dan melenggangkan kekuasaan politik tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang lebih besar dengan menulis dan menyebarkan berita yang belum tentu kebenarnya (hoax). Pers juga tidak boleh menguntungkan salah satu pihak tertentu demi kepentingan.

Sumber
Buku Pendamping Pendidikan Kewarganegaraan

Tidak ada komentar untuk "Mengartikan Pers Secara Murni, Sudut Pandang: Pendidikan Kewarganegaraan"