Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puasa Dalam Keadaan Ambyar

Ibadah puasa hari ini dikagetkan dengan kepergian Pak De Didi Kempot. Beliau adalah seniman yang berani beda dan membawa nuansa nostalgia pada setiap karya-karyanya. Didi kempot berkarya dengan banyak membawa kultur jawa, dan setiap karyanya dikenal baik secara nasional maupun internasional.




“Piye lek aku kangen sampean? Piye lek nambahin roso kangen neng atiku”, begitulah sepenggal lirik lagu Banyu Langit. Lagu ini mungkin saja memaniestasikan perasaan setiap sobat ambayar saat mendengar kabar duka tersebut.

Didi Kempot meninggal dunia pada Selasa 5 Mei 2020 di RS Kasih Ibu, Solo. Kabar ini tentu saja mengagetkan warganet. Warganet tidak menyangka berita ini, karena mereka lagi disibukan dengan penantian moment launching lagu Tiara dari Dul Jealani pada 5 Mei, yang sudah sangat dinantikan. Disisi lain warganet juga sedang memantau kabar salah satu youtuber Indonesia, Ferdian Paleka yang sedang menjadi bahan pembicaraan di dunia maya atas salah satu konten youtubenya. Kedua berita ini tidak pernah lepas dari tranding topic diberbagai media sosial, khususnya Twitter, belum lagi mengenai bercandaan betapa kayanya seorang Raffi Ahmad, yang mana menjadi bahan jeritan sobat misqueen. Oleh karena itu kabar meninggalnya Godfather Of  The Broken Heart ini tak pelak menjadi pukulan telak bagi setiap sobat warganet.


Almarhum berhasil menghancurkan stigma yang berkembang dimasyarakat yang mana beliau berhasil membuat kita menerima dan maklum  terhadap laki-laki yang menangis karena cinta. Hal ini merupakan fakta, karena bisa kita lihat sekarang disetiap konser yang bertajuk ambyar maka tidak sedikit penonton yang akan menangis, baik itu laki-laki maupun perempuan.

Terlepas dari beliau adalah salah satu fenomena dalam music Indonesia di tahun-tahun terahkir masa hidupnya. Musisi kelahiran 31 Desember 1966 ini sejatinya sudah bermusik sejak 1984, dan menjalani karir musiknya dari tingkatan bawah, yaitu pengamen.

Didi kempot sudah menghasilkan puluhan album, setidaknya yang kita kenal sampai sekarang adalah, Stasiun Balapan (1999), Modal Dengkul, Tanjung Mas Ninggal Janji, Saketan Ewu, Plong (2000), Kataman Asmoro (2001), Poko’e Melu (2002), Cucak Rowo (2003), Jambu Alas Bersama Mbak Nunung Alvi (2004), Ono Opo (2005) dan banyak lagi

Kini beliau berhenti berkarya, namun setiap karyanya akan selalu diingat. Beliau akan selalu hidup di hati sobat ambyar, dan setiap orang yang mencintai setiap karyanya maupun sikap beliau.

Dan untuk kamu sobat ambayar, menangislah setelah berbuka puasa.

Selamat jalan Pak De. Alfatihah.


Posting Komentar untuk "Puasa Dalam Keadaan Ambyar"